Memilih DNS yang baik


Secara default, ISP akan memberikan parameter setting DNS yang terbaik secara otomatis – biasanya ISP akan memberikan 2 DNS yang servernya berada di dalam network milik mereka. Dengan hal tersebut, diharapkan akses ke server DNS menjadi maksimal dari sisi klien.

Jika memang anda ingin memilih sendiri DNS yang akan anda gunakan, maka anda dapat melakukan tes sederhana untuk menentukan kualitas DNS yang akan anda pakai yaitu ping dan traceroute. Dalam contoh berikut ini, saya akan memperlihatkan tes ping dan traceroute pada DNS milik Telkom (202.134.0.155) dan DNS publik milik Google (8.8.8.8).

Tes pertama, menggunakan ping :
ping

Tes kedua, menggunakan traceroute :
traceroute

Pada tes traceroute server dengan jumlah lompatan (hop) paling sedikit adalah yang terbaik. Terlihat akses ke DNS Telkom hanya membutuhkan 5 hops, sedangkan akses ke DNS Google membutuhkan 15 hops (terlihat ditempat saya terdapat timed out – this is bad), sehingga dalam hal ini akan lebih efisien jika saya menggunakan DNS Telkom.

Tidak puas dengan tes sederhana menggunakan ping dan traceroute? Tidak masalah. Anda dapat menggunakan tes DNS menggunakan utility kecil yang bernama namebench. Perlu waktu lama untuk melakukan pengetesan DNS dengan namebench, oleh sebab itu anda harus sabar jika melakukan benchmark dengan tool ini. namebench akan memberikan laporan lengkap dan rekomendasi 3 DNS tercepat dan terdekat yang dapat anda gunakan.