SEKILAS PANDANG PERMASALAHAN HIV/AIDS DI MATA KAUM REMAJA


Masa remaja usia 10-24 tahun merupakan masa transisi yang unik dan khusus yang ditandai dengan barbagai perubahan fisik, emosi, dan psikis. Dan masa remaja ini di sebut pubertas atau peralihan dari masa  anak-anak ke masa dewasa dengan pematangan organ-organ sex atau reproduksi. Perubahan fisik yang terjadi pada masa remaja begitu cepatnya dibandingkan dengan perubahan emosi dan psikis. Perubahan yang cukup besar ini dapat membingungkan remaja yang mengalaminya untuk itu mereka memerlukan pengertian, bimbingan, dan dukungan lingkungan sekitarnya agar dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia dewasa yang sehat baik fisik, mental, sosial budaya, dan ekonomi. Dalam lingkungan sosial tertentu, masa remaja bagi pria merupakan saat diperolehnya kebebasan, sementrara bagi remaja wanita saatnya dimulainya segala pembentukan pembatasan.

Seiring dengan berbagai perubahan yang dialami remaja, remaja cenderung ingin mencari jati diri lewat mencoba segala sesuatu yang belum pernah dilakukannya atau lebih dikatakan tidak mau ketinggalan jaman. Dalam arti jika tidak mau ketinggalan jaman. Dari pergaulan antara sesamanya, remaja kadang terjerumus pada pergaulan bebas hingga mulai mencoba-coba narkoba dan melakukan hubungan seksual diluar nikah, sehingga menjadi resiko tertular penyakit menular seksual HIV/AIDS.

Hal ini sangat memprihatinkan karena banyak kasus-kasus yang menyatakan hampir 10%-40% pecandu narkoba yang diduga kebanyakan dari para remaja yang memakai jarum suntik positif terinfeksi virus HIV/AIDS. Penyebaran HIV sangat cepat melalui jarum suntik karena langsung masuk ke sistem pembuluh darah dan dengan melakukan sex bebas penularan semakin cepat terjadi.

Banyak para remaja juga tidak mengetahui bahwa penyakit yang mereka derita akibat virus HIV/AIDS sudah mencapai tingkat yang serius karena terlambat diagnosa dan sering menimbulkan komplikasi. Hal ini terjadi karena mereka kurang mendapatkan informasi tentang penyakit AIDS. Mereka juga belum mendapat berbagai bentuk bimbingan, nasihat, dan konseling, baik dari orang tua, keluarga, dan guru mereka, atau pihak-pihak lainnya.

AIDS adalah penyakit yang berbahaya dan merupakan ancaman latent bagi kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. AIDS merupakan silent killer karena tanpa ada gejala kita dapat meninggal sewaktu-waktu. Hal ini disebabkan karena masa inkubasi atau masa lantent infeksi HIV bertahun-tahun rata-rata antara 5-7 tahun. Ini berarti seorang yang menderita HIV tidak menunjukan suatu gejala klinis. Dengan kata lain orang tersebut akan tampak merasa sehat selama bertahun-tahun.

HIV masuk kedalam tubuh melalui darah, bisa melalui luka ataupun pembuluh darah. HIV yang jumlahnya cukup besar sehingga mudah menulari tubuh seseorang ternyata ada dalam 3 cairan yang ada dalam tubuh manusia, yakni: darah, sperma dan cairan vagina. Selain itu dalam konsentrasi yang sangat kecil, HIV juga ada dalam cairan tubuh yang lain seperti: air mata, keringat, ludah, tinja dan lain-lain. namun cairan tersebut tidak cukup kuat untuk menularkan HIV pada orang lain. sehingga dapat disimpulkan bahwa HIV hanya dapat menular malalui beberapa cairan tubuh.

Bentuk lain dari penularan HIV adalah melalui darah. Hal ini terjadi bila darah tercemar HIV masuk ke dalam tubuh seseorang, baik secara langsung yaitu melalui transfusi darah dan transplantasi organ maupun melalui alat-alat yan mengandung darah dan mudah tercemar HIV seperti jarum suntik yang telah digunakan oleh seseorang yang telah terinfeksi HIV tanpa disterilisasi terlebih dahulu. Sebaiknya jika menggunakan jarum sekali pakai baik untuk suntikan, tattoo,  tindik dan lain-lain.

Hubungan sosial dengan pederita HIV atau seseorang yang memiliki faktor terkena AIDS tidak beresiko terkena AIDS. Belum pernah di jumpai ada kasus dimana AIDS ditularkan melalui kontak sosial seperti biasa berupa berpelukan, bersalaman bahkan berciuman. Begitu juga menggunakan pakaian berganti, HIV juga tidak menular. Walaupun demikian tetap saja kita harus waspada terutama kaum remaja yang sangat rentan tertular atau terkena HIV.

Jadi jika seseorang tertular HIV, sekali pun ia belum mengalami dan memperlihatkan gejala ia dapat menularkan HIV kepada orang lain melalui prilaku yang beresiko. Inilah yang disebut fenomena gunung es di mana satu angka yang di ketahui berarti kemungkinan 100 angka yang belum diketahui dan ini akan sangat menakutkan. Untuk itu diperlukan dukungan dari semua pihak agar remaja generasi penerus bangsa dapat tumbuh dan berprilaku hidup sehat baik secara fisik, mental, sosial sehingga Sumber Daya Manusia dapat meningkat.

Kemiskinan, tidak tersedianya lapangan pekerjaan dan hidup telantar sering sangat erat hubungannya dengan rendahnya tingkat pendidikan mereka. penyalah gunaan alcohol, obat bius, serta berbagai bentuk kejahatan lainnya merupakankan gejala sosial yang beresiko yang melibatkan remaja kita. Kecepatan perubahan yang terjadi dalam keluarga dan struktur sosial masyarakat akan mempengaruhi perkembangan kesehatan dan kesejahteraan remaja kita. Semua kondisi ini perlu diwaspadai dan dapat menjadi situasi perkembangan yang beresiko penyebaran HIV pada remaja.

M A T A “Ibarat Jendela Untuk Melihat Dunia”


Mata adalah anugrah Tuhan yang tak ternilai harganya. Tanpa mata manusia tidak dapat melihat apapun disekelilingnya, walaupun masih bisa merasakan dan mendengar semuanya. Mata juga membantu kita di dalam kehidupa sehari-hari karena pengelihatan dapat mempersiapkan diri terlebih dahulu untuk melakukan kegiatan itu secara matang. Mata juga sering disebut cerminan hati. Begitu besar peranannya, maka perlu upaya untuk menjaga kesehatan mata. Sekali mata itu mengalami kerusakan dan kebutaan, perlu dana yang tidak sedikit untuk memperbaikinya. Semua kesuksesan yang telah dicapai manusia dalam hidup ini adalah berkat dari pengelihan mata yang baik. Dengan mata, manusia dapat melihat bentuk, warna, dan tiga dimensi bagi kedua mata. Jadi begitu penting mata bagi manusia, tanpa mata segala-galanya tidak ada artinya walaupun mata bukanlah segala-galanya. Indera pengelihatan ini sering merujuk pada indera-indera yang menyangkut dengan jarak, yakni bahwa mata dapat menghubungkan seseorang dengan dunia luar jangkauan tubuhnya. Seseorng dapat mempelajari konsep-konsep penting tanpa melalui pengajaran secara kusus. Mereka hanya belajar terhadap lingkungan yang aman, menarik dan mengundang ekplorasi. Mata juga dapat membantu seseorang mengorganisasikan informasi di lingkungannya. Tetapi tidak pada seseorng yang mengalami kebutaan yang tidak memiliki akses terhadap kesempatan untuk belajar dan informasi yang didapat dengan lingkungan juga terpecah-pecah. Dengan mata, banyak hal secara normal dan wajar dapat di lakaukan. Karena itu, menjaga kesehatan mata wajib dilakukan agar aktifitas hidup tidak terganggu. Dapat dibayangkan jika kita mengalami kerusakan mata atau kebutaan, kita didak dapat menikmati dan merasakan betapa indahnya alam semesta ini. Kenyataannya kita sering lupa untuk melakukan perawatan mata, padahal seperti halnya tubuh yang lain dapat juga terkena gangguan dan masalah kesehatan. Mata adalah organ pengelihatan yang mendeteksi cahaya. Yang di lakukan mata yang paling sederhana tidak lain hanya mengetahui apakah lingkungan sekitar terang atau gelap. Kita dapat melihat apabila benda tersebut memantulkan cahaya. Bagian-bagian pada organ mata berkerja sama mengantarkan cahaya dari sumbernya menuju ke otak untuk dapat dicerna oleh sistem saraf manusia. Bagian terluar dari bola mata disebut kornea. Bagian ini merupakan selaput yang bening sehingga cahaya bisa lewat. Dari kornea, cahaya akan diteruskan ke pupil. Pupil dapat menentukan kuantitas cahaya yang masuk ke bagian mata paling dalam. Pupil mata akan melebar jika kondisi ruangan gelap, dan menyempit jika kondisi ruangan terang. Lebar pupil dipengaruhi oleh iris di sekelilingnya. Iris berfunsi sebagai diafragma. Iris inilah yang dapat terlihat sebagai bagian yang berwarna pada mata. Kemudian cahaya dari pupil diterima lensa mata dan di teruskan pada retina. Fungsi lensa mata sebagai pengatur fokus cahaya, sehingga cahaya jatuh tepat pada titik kuning retina. Lensa mata tergantung oleh otot-otot polos Untuk melihat objek yang jauh, lensa mata akan menipis. Sedangkan untuk melihat objek yang dekat, lensa mata akan menebal. Ini di karenakan otot-otot polos ini berkontraksi memnyebabkan lensa lebih pipih dan lebih cembung. Kemampuan lensa mata ini disebut daya akomodasi mata. Dapat dimengerti bahwa proses akomodasi adalah upaya dari lensa mata manusia untuk memokuskan cahaya dari suatu sumber cahaya pada retina. Desain bola mata manusia identik dengan kamera. Cahaya dari hadapan kita akan difokuskan oleh lensa ke retina, yaitu lapisan sel yang sangat peka terhadap cahaya. Lapisan ini melapisi dididing belakang bola mata dari sisi dalam dan identik dengan film di dalam kamera. Cahaya yang difokuskan oleh lensa yang jernih, diharapkan akan menghasilkan gambaran yang tajam dan jernih pada retina. Bagian paling penting pada pengelihatan adalah memfokuskan cahaya yang masuk pada retina, tepatnya di suatu titik yang dinamakan bintik kuning. Apa bila bayangan benta sudah mengenai retina maka implus cahaya tadi akan di teruskan oleh serabut saraf pengelihatan menuju otak. Dengan demikian kita dapat mengetahui benda apa yang kita lihat. Penyakit atau ganguan pada mata selain karena usia yang makin tinggi, juga oleh hal-hal lain seperti, lingkungan hidup, kebiasaan dan juga genetika. Pada lingkungan hidup biasanya di sebabkan karena udara yang tidak bersih atau terpolusi dan terkena radiasi sinar matahari. Didalam kehidupan sehari-hari kita biasa menggunakan mata, contohnya apabila terlalu lama di depan komputer dan membaca buku dengan jarak yang tidak sesuai dengan batas normal juga menyebabkan gangguan. Gangguan kesehatan mata pada umumnya terjadi adalah penurunan fungsi mata, gejala mata merah tanpa ada penurunan fungsi pengelihatan, dan mata merah dengan fungsi pengelihatan turun. Faktor usia juga mempengaruhi kemampuan pengelihatannya, karena semakin bertambah usia seseorang kemamuan akomodasinya akan mengalami penurunan. Karena perubahan sruktur pada lensa mata manusia, stuktur jaringan otot dan jaringan ikat sekitar lensa, maka sejak usia 40 tahun kemampuan akomodasi seseorang mulai mengalami kelemahan dan mencapai puncaknya pada usia 60 tahun. Kamunduran kejernihan lensa mata juga sering terjadi pada usia lanjut. Keadaan dimana lensa mata manusia menjadi keruh disebut katarak. Lensa mata manusia pada waktu masih muda bersifat elastis-kenyal dan jernih. Dalam perkembangan selanjutnya, akan terbentuk lapisan konsentrik yang mengelilingi inti lensa. Proses ini adalah wajar dan berjalan puluhan tahun yang mengebabkan inti lensa yang tadinya elasts menjadi kaku karena terselimuti oleh puluhan lapis sel. Pada satu saat tercapailah titik jenuh, dimana inti lensa yang terdesak mengeras, kehilangan elastilitasnya dan menjadi keruh. Bila semangkin padat dan mengisi bagian lensa, penelihatan akan terganggu. Namun katarak tidak bisa dicegah karena umur manusia semakin tua. Akan tetapi, pengelihatan bisa kembali normal jika di operasi. Selain itu juga ada penyakit lain yang harus diwaspadai, seperti diabetes yang bisa mengakibatkan retino diabetika. Seseorang yang mengalami gangguan pada retina, 80 persen diantaranya karena diabetes. Penyakit retino diabetika adalah komplikasi dari kencing manis yang mengganggu mata. Kejadian ini disebabkan oleh rusaknya pembuluh darah yang memberi makan retina di mata bagian mata. Pembuluh darah yang melemah ini dapat bocor dan mengeluarkan cairan atau darah, membuat cabang-cabang abnormal dan di tempat-tempat tertentu dapat membesar. Bila pembuluh darah bocor atau jaringan parut terbentuk di retina, bayangan yang di kirim ke otak menjadi kabur. Untuk mencegahnya, tidak ada jalan lain kecuali menjaga pola makan terutama menghindari makanan manis. Ini agar tidak terkena diabetes. Yang harus di waspadai juga adalah ablaso retina (lepasnya retina) kejadian ini adalah masalah mata yang serius dan dapat terjadi pada usia berapa pun, walaupun biasanya terjadi pada orang usia setengah baya atau lebih tua. Kejadian lebih besar kemungkinan terjadi pada orang yang menderita rabun jauh (miopia) atau berkaca mata minus yang pernah mengalami lepasnya retina. Lepasnya retina dapat terjadi akibat pukulan keras. Selain itu, walaupun sangat jarang kondisi ini dapat juga dapat merupakan penyakit keturunan. Bila tidak segera ditangani, lepasnya retina akan menyebabkan cacat pengelihatanatau kebutaan. Dengan teknik kedokteran mata konvensional yang selama ini di terapkan, tidak semua gangguan pada retina dapat terdeteksi. Akibatnya tidak sedikit penderita gangguan retina yang daya pengelihatannnya hilang secara tiba-tiba atau perlahan-lahan, atau mereka menunjukan gejala-gejala penyakit lain yang di akibatkan oleh gangguan pada retina. Kemajuan dalam teknik visualisasi retina telah membantu para praktisi kedokteran mata untuk tidak saja mengetahui jenis gangguan retina yang diderita pasien, melainkan juga stadiumnya secara teliti sehingga pasien bisa langsung mendapat perawatan. Mata juga bisa mengalami gangguan akibat terkontaminasi zat dari luar. Salah satu gajalanya adalah mata merah. Mata merah bisa jadi gejala adanya infeksi di dalam mata, tetapi bisa juga hanya gangguan mata ringan, misalnya iritasi ringan. Gangguan mata dianggap ringan apabila tidak menggangu pengelihatan, karena hanya mengenai bagian mata luar, yaitu bagian putihnya saja. Bila kelopak mata bagian dalam juga memerah, biasanya tanda terjadi infeksi. Apalagi apabila gangguan ini juga menurunkan kualitas pengelihatan. Sebelum seseorang memeriksakan gangguan mata ke dokter, biasanya akan mengobatinya terlebih dahlu dengan obat tetes mata yang banyak dijual bebas di pasaran. Tetes mata memang lebih manjur ketimbang salep atau obat yang di minum, karena langsung berkerja pada sasaran dan langsung terserap. Selain itu fungsi tetes mata sendiri memang untuk menyembuhkan penyakit mata. Pemakaian dan pemilihan tetes mata harus hati-hati. Belum tentu yang di jual di pasaran cocok karena komposisi tetes mata merek satu dengan yang lainnya berbeda-beda, tergantung fungsinya. Pemakaian tetes mata juga harus tidak ikut-ikutan dengan orang lain yang memakai produk tertentu, karena gangguan yang di alami bisa berbeda. Biasanya yang membuat seseorang alergi itu bukan obatnya melainkan pengawetnya. Selain tetes mata yang sekedar berfungsi menghilangkan mata merah karena iritasi ringan, ada pula yang mengandung antibiotik, dan berfungsi mengurangi glukoma, yaitu tekanan tinggi yang meusak saraf mata. Di pasaran juga tersedia obat ringan berupa air mata buatan. Air mata buatan merupakan obat yang aman karena fungsinya membasahi mata kering atau perih, atau mata lelah karena terlalu lama di depan komputer atau berada di ruangan ber- AC. Air mata buatan boleh di pakai tergantung dengan kebutuhannya, apabila mata selalu kering boleh di pakai terus-menerus. Air mata buatan ini bukanlah obat kusus tetapi sama seperti air mata aslinya. Meski mengizikan tets mata yang ada di pasaran untuk iritasi ringan, tetapi sangatlah tidak dianjurkan pemakaian obat tetes mata yang mengandung steroid tanpa rekomendasi dokter. Kalau mata merah karena penyakit tertentu memang harus memakai steroid, tapi kalau tidak steroid malah akan membuat infeksi makain parah. Tetes mata yang mengandung steroid memang bisa di pakai untuk menyembuhkan radang. Namun pemberian steroid pada kasus infeksi kuman, virus atau jamur, justru akan mambuat efek lebih berat dan membahayakan karena kuman akan lebih cepat berkembang. Tetes mata yang mengandung steroid memang paling bagus dan cepat mambuat mata nyaman, tapi harus konsultasi dokter terlebih dahulu dan pemakaiannya juga tidak boleh berlama-lama karena banyak efek samping jangka panjang. Katarak dan glukoma bisa muncul kalau pemakaian terus berlanjut. Sampai saat ini di perkirakan terdapat 45 juta penderita buta yang masih dapat di dicegah dan 135 juta penduduk menderita gangguan pengelihatan didunia. 90% penderita tersebut adalah penduduk negara berkembang, 9 juta penderita berasal dari India, 6 juta di Cina, 7 juta di Afrika, dan 3 juta di Indonesia. Di ketahui bahwa masyarakat yang tinggal di negara berkembang mempunyai kemungkinan untuk menjadi buta 5-10 kali lebih besar dibandingkan dengan penduduk yang tinggal di negara maju. Jumlah ini bertambah dengan penderita baru sebanyak 7 juta penduduk yang menjadi buta setiap tahun. Bila upaya penanggulangan dan pencegahan kebutaan tidak di tingkatkan, jumlah penduduk buta akan meningkat menjadi lebih dari 100 juta pada tahun 2020. Di Indonesia masalah kesehatan mata tidak hanya menjadi masalah kesehatan, namun sudah menjadi masalah sosial akibat kebutaan yang cukup tinggi. Penanggulangan masalah kesehatan mata tidak mungkin dapat di atasi dari sector kesehatan semata, namun di perlukan peran lainnya termasuk partisipasi masyarakat luas. Lebih dari separuh kebutaan tersebut di sebabkan oleh katarak, yang seharusnya dapat di cegah melalui operasi. Namun karena kurangnya penyuluhan masyarakat menyebabkan tidak semua penderita katarak mecari pertolongan. Padahal pemerintah dengan bantuan organisasi prosesi mata telah memberi fasilitas dan kemudahan, bahkan masyarakat yang kurang mampu, tindakan bedah telah disediakan oleh pemerintah. Masalah kesehatan mata memang tidak menimbulkan kematian namun dapat menyebabkan kebutaan. Gangguan pengelihatan juga akan membebani masyarakat lainnya dalam kaitan dengan indikator kesehatan. Selain angka kebutaan, kelainan mata pun cukup tinggi terutama kelainan refraksi. Gangguan pengelihatan ini yang sebenarnya dapat diatasi dengan mudah melalui penggunaan kaca mata. Perkembangan fungsi pengelihatan anak akan terganggu dan produktifitas kelompok dewasa akan sangat menurun tanpa penggunaan kaca mata yang sangat dibutuhkan. Masalah lain yang cukup bermakna adalah kurangnya tenaga kesehatan mata dan distribusinya yang tidak merata. Untuk itu pengembangan ketenagaan merupakan masalah yang harus dilakukan pertama kali melalui pelatihan dan pendidikan. Sehingga didapatkan tenaga kesehatan mata yang yang memadai secara kuantitas dan kualitas. Pengembangan infrastuktur dalam sistem pelayanan kesehatan mata juga di mulai dan di sesuaikan dengan daerah setempat. Pelaksanaan penaggulangan kelainan atau penyakit mata dilakukan secara rutin. Ini merupakan hal yang harus dimulai agar penderita kesehatan mata dapat dicegah dan terutama jumlah kebutaan dapat menurun. Karena itulah seharusnya kita dapat menjaga kesehatan mata agar mata tidak terganggu. Misalnya dengan dengan memilih makanan yang baik untuk kesehatan mata. Sebaiknya makanan yang memiliki banyak vitamin dan mineral baik untuk kesehatan mata. Vitamin yang masuk dalam kategori antioksidan dapat mencegah atau memperlambat pembentukan katarak. Selain itu pada sayuran yang berwarna kuning jingga seperti wortel, sayuran berwarna hijau seperti brokoli, dan buah-buahan yang berwarna merah dan kuning jingga, seperti tomat, arbei, semangka dan mangga banyak ditemukan karotenoid. Senyawa karotenoid ini memiliki kemampuan untuk melindungi mata dari udara tercemar yang masuk ke mata dan paparan sinar yang berbahaya untuk mata. Sampai saat ini senyawa karotenoid memberi jawaban mekanisme terjadinya peningkatan keshatan mata. Memberi penerangan yang baik saat membaca atau pun berkerja di depan komputer agar mata terasa lebih baik. Karena membaca di ruangan dengan penerangan yang buruk dan juga pengaruh dari brightness layer monitor yang kurang baik dapat menyebabkan mata sakit. Banyak orang yang mengalami ketidaknyamanan mata setelah menatap layar komputer seharian. Penyebabnya karena mata berkedip 25 persen lebih sedikit, sehingga mata menjadi kering. Solusinya sebaiknya istirahatkan mata sebentar seperti menutup mata selama 5 hitungan atau menatap objek yang jauh sesering mungkin. Pemakaian lensa kontak juga harus sesuai dengan jadwal yang telah direkomendasikan. Janganlah mencoba-coba dengan memakai lensa lebih panjang dari waktu yang disarankan. Agar protein tidak berkumpul di lensa, apabila banyak protein yang berkumpul di lensa, maka lensa akan menjadi keruh. Hal lain, semakin lama lensa di pakai, semakin tinggi resiko mata terkena infeksi. Jangan pula memakai lensa lebih dari pukul 6 hingga tengah malam. Karena banyak lensa yang tidak dirancang dipakai lebih dari 12 jam. Rawatlah lensa kontak yang dipakai, jangan di abaikan kebersihannya. Pemakaian lensa kontak atau kaca mata yang tidak sesuai dengan pengelihatan dapat menyebabkan masalah pengelihatan dan sakit kepala parah. Jika lensa kontak tidak lagi dirasa tepat, mungkin inilah saatnya untuk memeriksakan diri ke dokter mata. Meskipun belum setahun dari kunjungan terakhir.

Jangan Biarkan Trumbu Karang Memutih


Dunia kian dipadati manusia, lebih dari enam-setengah miliar jiwa. Perjuangan memenuhi kebutuhan hidup kian ganas. Industri wahana modernisani kian meluas dan kian rakus.

Maka polusi pun kian kejam, khususnya ketika CO2 mengangkasa lalu merangsang tumbuhnya kubah raksasa yaitu efek rumahkaca, hingga pemanasan global (global warming) pun kian melelehkan es kedua kutub bumi. Maka menjadi tidak aneh ketika ribuan pakar dunia mengabarkan betapa cepatnya paras permukaan air laut naik. Menurut beberapa ahli pakar dunia mengatakan bahwa setiap kenaikan temperatur bumi 10 C, permukaan air laut naik 1 meter. Faktanya, selama 100 tahun terakhir, paras muka  air laut telah naik 1 meter. Jika kondisi ini terus berlangsung, maka bukan tidak mungkin pada tahun 2030-an sekitar 2000 pulau milik Indonesia tenggelam.

Pemanasan global yang saat ini terjadi bukan hanya mengancam kehidupan manusia di atas permukaan tanah namun juga mengancam ekosistem terumbu karang di bawah laut. Pada peristiwa El Nino tahun 1997/1998, suhu permukaan air laut naik secara tiba-tiba, menyebabkan terjadinya pemutihan karang secara massal dan mematikan sekitar 16% terumbu karang di seluruh dunia. Sebagian besar diantaranya adalah terumbu karang yang berumur ratusan bahkan ribuan tahun.

Indonesia sebagai negara yang memiliki hutan cukup luas di dunia, sangat memainkan peran penting untuk bisa menjaga paru-paru dunia. Sejauh ini hutan di percaya sebagai paru-paru dunia yang dapat mengikat emisi karbon yang di lepas ke udara oleh pabrik-pabrik industri, kendaran bermotor, kebakaran hutan, asap rokok dan banyak lagi sumber-sumber emisi karbon lainnya, sehingga dapat mengurangi dampak pemanasan global.  Namun sesungguhnya Indonesia yang 2/3 wilayahnya adalah lautan, juga memiliki fungsi dan peran cukup besar dalam mengikat emisi karbon bahkan dua kali lipat dari kapasitas hutan. Emisi karbon yang sampai ke laut, diserap oleh phytoplankton yang jumlahnya sangat banyak dilautan dan kemudian ditenggelamkan ke dasar laut atau diubah menjadi sumber energi ketika phytoplankton tersebut dimakan oleh ikan dan biota laut lainya.

Indonesia merupakan negara pengekspor karang hidup terbesar dunia. Tercatat 200 ribu karang pada 2002 sampai 800 ribu karang pada 2005 telah di ekspor dari Indonesia. Sementara sumbangan produksi terumbu karang Indonesia di sektor perikanan mencapai US$ 600 juta per tahun. Ini karena Indonesia terletak dalam jantung kawasan segitiga karang dunia (heart of  global coral triangle). Lokasi ini menjadikan Indonesia memiliki jumlah jenis karang terbesar di dunia dari sekitar 700 jenis karang di dunia, 590 diantaranya ada di Indonesia. Disisi lain coral triangle memiliki fungsi penting bagi kehidupan manusia. lebih dari 120 juta orang hidupnya bergantung pada terumbu karang dan perikanan di kawasan tersebut. Coral triangle yang meliputi Indonesia, Philipina, Malaysia, Timor leste, Papua New Guinea dan Kepulauan Salomon ini, merupakan kawasan yang memiliki keanakaragaman hayati laut tertinggi di dunia khususnya terumbu karang.

Namun, pemanasan global juga membawa ancaman terhadap terumbu karang Indonesia, yang merupakan jantung kawasan segitiga karang dunia. Dampak dari naiknya suhu dan permukaan air laut yang terjadi pada akhir-akhir ini telah mengakibatkan 30% terumbu karang yang ada di Indonesia telah mengalami bleaching (pemutihan). Jika luas total terumbu karang yang ada di Indonesia 51.020 km2, terumbu karang yang mengalami pemutihan akibat pamanasan global ini sedikitnya telah mencapai 15.306 km2. Kondisi ini juga akan memberikan implikasi pada sosial ekonomi masyarakat sekitar dan pariwisata bahari.

Naiknya suhu dan permukaan air laut adalah dua kendala yang menjadi penyebab utama kerusakan dan kepunahan terumbu karang. Kedua kendala tersebut  juga memberikan dampak serius pada ekologi samudera dan yang paling penting terumbu karang yang merupakan tempat tinggal berbagai macam mahluk hidup samudera. Hewan karang akan menjadi stres apabila terjadi kenaikan suhu lebih dari 2-3 derajat celcius di atas suhu air laut normal. Pada saat stress, pigmen warna (Alga bersel satu atau zooxanthellae) yang melekat pada tubuhnya akan pergi ataupun mati sehingga menyebabkan terjadinya bleaching (pemutihan). Sebanyak 70-80 persen karang menggantungkan makanan pada alga tersebut, jadi mereka akan mengalami kelaparan ataupun kematian. Bila karang memutih atau mati, rantai makanan akan terputus yang berdampak pada ketersediaan ikan dilaut dan ekosistem laut.

Terumbu karang dapat mengurangi dampak dari pemanasan global. Terumbu karang dengan kondisi yang baik memiliki fungsi yang cukup luas, yaitu memecah ombak dan mengurangi erosi; tempat cadangan deposisi kapur yang mengandung carbon; sebagai tempat berkembang-biak, mencari makan dan berlindung bagi ikan dan biota laut lainnya. Terumbu karang juga berfungsi mengurangi karbon yang lepas ke atmosfer sehingga dapat mengurangi kerusakan ozon. Tetapi pada terumbu karang dengan kondisi jelek terjadi pengurangan kapur yang mengakibatkan turunnya permukan terumbu karang. Sehingga gelombang laut tidak dapat lagi di pecah oleh terumbu karang yang letaknya menjadi jauh dibawah permukanan laut. Lambat laut, gempuran gelombang laut mengerus dataran rendah menjadi laut.

Salah satu usaha menghadapi ancaman pemanasan global adalah menjaga dan memelihara terumbu karang. Imam Bachtiar, salah seorang pemerhati terumbu karang sudah sering kali mengingatkan “Jika anda tidak memelihara terumbu karang di wilayah pesisir anda, cucu anda tidak dapat mewarisi tanah dan rumah anda sekarang, karena 100 tahun lagi akan menjadi laut.” Akankah kita berdiam diri hingga prediksi ini benar-benar terjadi?

Para pemerhati lingkungan juga melontarkan berbagai gagasan, ide dan saran kepada pengambil kebijakan untuk menjaga kondisi terumbu karang agar dapat berfungsi dengan baik. Salah satunya ajakan untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan Friends of the Reef (FoR) di beberapa lokasi di Asia Pasifik. Misi utama FoR adalah mengasilkan stategi untuk meningkatkan daya tahan dan daya lenting terumbu karang agar mampu menghadapi ancaman pemanasan global.

Baru-baru ini Presiden Republik Indonesia mengadakan pertemuan di Sydney dan telah mengumumkan sekaligus mengajak negara-negara di dunia, khususnya di kawasan Asia Pasifik untuk menjaga dan melindungi kawasan segitiga karang dunia yang dikenal dengan nama Coral Triangle. Indonesia bersama lima
negara lainnya yaitu Philipina, Malaysia, Timor Leste, Papua New Guinea and
Kepulauan Salomon mengumumkan sebuah inisiatif perlindungan terumbu karang yang di sebut Coral Triangle Initiative (CTI). Inisiatif ini mendapat kesan positif dari negara- negara maju seperti Amerika Serikat dan Australia.

Perlindungan terhadap keanekaragaman hayati laut, terutama terumbu karang melalui CTI sangat erat kaitannya dengan ketahanan pangan upaya mengurangi kemiskinan. Jika terumbu karang terjaga baik, maka sumber perikanan juga akan terus memberikan pasokan makanan bagi manusia.

Salah satu institusi yang mengembangkan program pengelolaan dan rehabilitasi terumbu karang adalah COREMAP yang menyampaikan informasi yang berimbang mengenai kondisi terumbu karang di Indonesia. Kemudian penggunaan slogan atau moto dalam program pengelolaan terumbu karang juga perlu mendapat perhatian khusus. Menjaga kelestarian terumbu karang bukan hanya menjadi tanggung jawab nelayan saja melainkan seluruh umat manusia di bumi ini.

Seharusnya mulai sejak sekarang kita peduli terhadap terumbu karang. Dengan menanamkan pendidikan kepada masyarakat luas (terutama yang tinggal di sepanjang garis pantai) mengenai fenomena ini melalui beberapa media seperti leaflet, booklet dan berbagai media komunikasi cetak lainnya perlu disebarkan ke masyarakat, termasuk melalui media eletronik, radio dan televisi. Kemudian adanya penegakan hukum dan partisipasi pesisir dalam menjaga keutuhan wilayah pesisir yang salah satunya dengan mengawasi dan menjaga aktifitas penambangan liar di daerah pesisir yang harus segera dihentikan. Dan yang paling penting untuk mengurangi dampak dari pemanasan global dengan kampanye tentang gas emisi dari macam-macam sumber yang ikut memperburuk kondisi ozon.

Mengupayakan kelestarian, perlindungan dan peningkatan kondisi ekosistem terumbu karang, terutama begi kepentingan masyarakat yang kelangsungan hidupnya sangat bergantung pada pemanfaatan ekosistem tersebut. Meningkatakan hubungan kerjasama antar institusi untuk dapat menyusun dan melaksanakan program-progam pengelolaan ekosistem terumbu karang berdasarkan keseimbangan dalam pemanfaatan sumber daya alam. Manyusun tata ruang dan pengelolaan wilayah pesisir dan laut untuk mempertahankan kelestarian ekosistem terumbu karang dan kelastarian fungsi ekologis terumbu karang. Dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, penelitian, sistem informasi, pendidikan dan pelatihan dalam pengelolaan terumbu karang dengan meningkatkan peran sektor swasta dan kerjasama internasional merupakan kebijakan umum dalam pengelolaan terumbu karang di Indonesia.