Windows 8.1 Akan Dilengkapi “Petunjuk Pakai”


Windows 8.1 Akan Dilengkapi

Tampilan Start Screen Windows 8.1

Windows 8 memperkenalkan perubahan tampilan dan cara pakai yang radikal dibanding versi-versi sebelumnya sehingga membuat bingung sebagian pengguna.

Kebingungan tersebut rupanya membuat Microsoft merasa perlu menyertakan petunjuk pemakaian bersama update Windows 8.1 yang akan dirilis Oktober mendatang.

Seperti dikutip oleh Ars Technica dari Extreme Tech, versi build Windows 8.1 (9741) yang terbaru kabarnya memperlihatkan sejumlah perubahan terkait petunjuk pakai sistem operasi tersebut.

Misalnya, aplikasi baru bergaya “Metro” pada Windows 8.1 bakal dilengkapi tombol “tiga titik” yang akan memperlihatkan context menu aplikasi yang bersangkutan, seperti pada Windows Phone.

Sebelumnya, context menu tersebut hanya bisa dipanggil lewat klik kanan atau swiping dengan jari ke arah atas layar. Kemungkinan aplikasi pihak ketiga juga akan menyertakan tombol visual ini pula.

Lalu, cara akses “Charms Bar” juga dipermudah. Aplikasi built-in Microsoft akan mengingatkan pengguna untuk melakukan swiping dari sisi kanan layar untuk memunculkan Charms Bar dan tombol Start.

Windows 8.1 Akan Dilengkapi

Microsoft menyajikan panduan pakai yang lebih menyeluruh pada Windows 8.1 (kanan) dibandingkan tutorial animasi GIF sederhana pada Windows 8

Ada pula aplikasi “Help+Tips” yang menyertakan sejumlah tutorial video untuk membantu pengguna mengeksplorasi seluruh fitur baru dari Windows 8.1.

Tutorial pada Windows 8.1 ini terkesan lebih menyeluruh dibandingkan “petunjuk pemakaian” pada Windows 8 sebelumnya yang hanya berupa animasi sederhana saat proses instalasi. Itupun tak bisa diulang lagi apabila pengguna masih belum mengerti.

Entah apa sebabnya Microsoft tak memasukkan tutorial yang lebih mendetail pada Windows 8 sedari awal dan baru melakukannya sekarang.

Lalu, apakah perubahan-perubahan tersebut akan bisa membantu pengguna memakai Windows 8.1 dengan lebih lancar? Jawabannya baru akan diketahui Oktober nanti.

Memilih DNS yang baik


Secara default, ISP akan memberikan parameter setting DNS yang terbaik secara otomatis – biasanya ISP akan memberikan 2 DNS yang servernya berada di dalam network milik mereka. Dengan hal tersebut, diharapkan akses ke server DNS menjadi maksimal dari sisi klien.

Jika memang anda ingin memilih sendiri DNS yang akan anda gunakan, maka anda dapat melakukan tes sederhana untuk menentukan kualitas DNS yang akan anda pakai yaitu ping dan traceroute. Dalam contoh berikut ini, saya akan memperlihatkan tes ping dan traceroute pada DNS milik Telkom (202.134.0.155) dan DNS publik milik Google (8.8.8.8).

Tes pertama, menggunakan ping :
ping

Tes kedua, menggunakan traceroute :
traceroute

Pada tes traceroute server dengan jumlah lompatan (hop) paling sedikit adalah yang terbaik. Terlihat akses ke DNS Telkom hanya membutuhkan 5 hops, sedangkan akses ke DNS Google membutuhkan 15 hops (terlihat ditempat saya terdapat timed out – this is bad), sehingga dalam hal ini akan lebih efisien jika saya menggunakan DNS Telkom.

Tidak puas dengan tes sederhana menggunakan ping dan traceroute? Tidak masalah. Anda dapat menggunakan tes DNS menggunakan utility kecil yang bernama namebench. Perlu waktu lama untuk melakukan pengetesan DNS dengan namebench, oleh sebab itu anda harus sabar jika melakukan benchmark dengan tool ini. namebench akan memberikan laporan lengkap dan rekomendasi 3 DNS tercepat dan terdekat yang dapat anda gunakan.